Sabtu, 07 April 2012

Tahun Internasional Energi Terbarukan

2012 adalah Tahun Internasional Energi Terbarukan (International Year of Sustainable Energy for All), demikian ditetapkan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dalam Sidang Umumnya bulan Desember silam. Secara resmi, PBB meluncurkan Program Energi Terbarukan pada 16 januari 2012 silam di ajang World Future Energy Summit di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.Target penetapan tahun 2012 sebagai Tahun Internasional Energi Terbarukan adalah pada 2030, semua orang di dunia sudah menggunakan energi dari sumber-sumber terbarukan.
Logo Tahun Internasional Energi Terbarukan
Tujuan dari penetapan tahun 2012 sebagai Tahun Internasional Energi Terbarukan adalah guna meningkatkan kepedulian masyarakat dunia pada isu kemiskinan energi dan menunjukkan bahwa akses ke energi bersih, aman dan terjangkau bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Konsep energi terbarukan mulai dikenal pada tahun 1970-an, sebagai upaya untuk mengimbangi pengembangan energi berbahan bakar nuklir dan fosil. Definisi energi terbarukan secara sederhana adalah sumber energi yang dapat dengan cepat dipulihkan kembali secara alami, dan prosesnya berkelanjutan. Macam atau sumber energi terbarukan di antaranya adalah tenaga matahari (surya), tenaga angin, energi panas bumi (geothermal), dll.

Tanpa adanya komitmen global untuk menggunakan energi terbarukan (Sustainable Energy), Lembaga Energi Internasional (International Energy Agency) memerkirakan, jumlah masyarakat dunia yang kekurangan listrik hanya akan berkurang dari 1,4 milliar pada saat ini menjadi 1,2 milliar pada 2030. Jumlah penduduk yang menggunakan sumber energi tradisional, seperti kayu, sekam, dedaunan dsb, justru akan naik dari 2,7 milliar saat ini ke 2,8 milliar pada 2030. Selain itu, masalah perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang mendunia semakin menegaskan pentingnya dunia untuk beralih ke energi baru dan terbarukan.

Jika PBB saja mempunyai komitmen yang tinggi pada energi terbarukan dengan menetapkan tahun 2012 sebagai International Year of Sustainable Energy for All (Tahun Internasional Energi Terbarukan) bagimana dengan Indonesia?. Sebuah fakta bahwa hingga saat ini Indonesia belum memanfaatkan secara optimal energi terbarukan yang tersedia dan masih sangat tergantung dengan energi berbahan fosil. Sebanyak 95 persen energi yang digunakan masih berbahan bakar fosil.
Panel Surya solusi energi terbarukan

Pemerintah pun tampaknya belum begitu ‘melirik’ penggunaan energi terbarukan. Buktinya adalah Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam keputusan tentang rencana induk penggunaan energi di Indonesia itu disebutkan bahwa pada 2025 ditargetkan konsumsi energi yang digunakan di Indonesia, 30 % menggunakan gas alam, 33 % menggunakan batu bara, 20 % menggunakan minyak bumi, 5 % menggunakan biofuel (biodiesel dan bioetanol), 5 % panas bumi, 5 % air, dan sisanya sumber energi lainnya.

Dapat kita bayangkan bahwa saat PBB menargetkan pada 2030 dunia harus sudah berganti ke sumber energi terbarukan, maka Indonesia sampai 2025 masih akan menggantungkan 83 persen energinya pada sumber-sumber konvensional.

Energi terbarukan di Indonesia, sebuah ironi. Di satu sisi Indonesia merupakan negara dengan potensi melimpah akan sumber energi terbarukan semisal tenaga matahari (surya), angin, dan panas bumi (geothermal). Sayangnya pemerintah Indonesia belum memanfaatkan secara maksimal sumber energi terbarukan yang melimpah tersebut dan masih bergantung pada energi berbahan fosil. Padahal pemanfaatan energi terbarukan yang maksimal bisa menjadi solusi krisis energi yang terjadi di Indonesia. Energi terbarukan diyakini juga lebih bersih (ramah lingkungan), aman, dan terjangkau masyarakat.

Energi terbarukan merupakan energi yang dihasilkan dari sumberdaya energi yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik. Macam sumber energi terbarukan seperti panas bumi, biofuel, panas surya (matahari), angin, biogas, ombak laut, dan suhu kedalaman laut.

Saat ini, menurut Greenpeace, Pemerintah Indonesia baru memanfaatkan energi terbarukan sekitar lima persen dari total listrik yang digunakan di Indonesia. Selebihnya, masih bergantung pada energi yang bersumber dari minyak, batu bara, dan gas bumi.

Kebijakan pemerintah Indonesia pun masih kurang mendukung pemanfaatan sumber energi terbarukan. Salah satu indikasinya bisa dilihat dari Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam Bab II Pasal 2 Peraturan Pemerintah tersebut, target konsumsi energi yang digunakan di Indonesia pada tahun 2025 meliputi:
·       Minyak bumi kurang dari 20%
·       Gas bumi lebih dari 30%
·       Batubara lebih dari 33%
·       Biofuel lebih dari 5%
·       Panas bumi lebih dari 5%
·     Energi baru dan terbarukan lainnya, khususnya, Biomasa, Nuklir, Tenaga Air Skala Kecil, Tenaga Surya, dan Tenaga Angin lebih dari 5%
·       Bahan bakar lain yang berasal dari pencairan batubara lebih dari 2%

Dari target konsumsi energi yang digunakan di Indonesia pada tahun 2025 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional ini bisa disimak bahwa target pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia pada tahun 2025 hanya sekitar 15 % dan selebihnya masih tergantung pada penggunaan energi berbahan fosil.

Dari target pemanfaatan energi terbarukan yang mencapai 15% pada tahun 2025 itupun masih dibayang-bayangi pesimistis. Salah satunya diungkap langsung oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kardaya Warnika dalam acara diskusi METI di Kantor PLN Pusat, Jakarta (25/1/2012).

Padahal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 16 januari 2012 silam mentargetkat pada 2030, semua orang di dunia sudah menggunakan energi dari sumber-sumber terbarukan. Dan untuk mengkampanyekan hal tersebut PBB menetapkan tahun 2012 sebagai Tahun Internasional Energi Terbarukan.

Mungkin karena itu pula, kampanye PBB tentang Tahun Internasional Energi Terbarukan gaungnya nyaris tak terdengar di Indonesia.

Referensi dan gambar:
  • www.sustainableenergyforall.org
  • id.wikipedia.org/wiki/Energi_terbaharui
  • www.hijauku.com/2012/01/02/2012-adalah-tahun-energi-terbarukan-internasional
  • id.berita.yahoo.com/2012-tahun-internasional-energi-terbarukan.html
  • id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/peta-jalan-energi-kita.html
  • gambar: www.sustainableenergyforall.org/images/content/English_IY.rar
  • alamendah.wordpress.com/2012/01/20/2012-adalah-tahun-internasional-energi-terbarukan
  • nationalgeographic.co.id/lihat/berita/1983/pemanfaatan-energi-terbarukan-di-indonesia-baru-lima-persen
  • Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional
  • economy.okezone.com/read/2012/01/25/19/563059/pemerintah-pesimistis-target-energi-terbarukan-tercapai

Hari Air Sedunia (World Water Day)

Tema hari air dunia Tahun 2012 adalah “Water and Food Security” yang di-Indonesia-kan menjadi Air dan Ketahanan Pangan”


Logo Hari Air Sedunia versi UN Water




Hari Air Sedunia atau World Water Day dan sering pula disebut sebagai World Day for Water merupakan hari perayaan yang ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat sedunia (internasional) akan pentingnya air bagi kehidupan serta untuk melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Peringatan Hari Air Sedunia dilaksanakan setiap tanggal 22 Maret.


Berdasarkan sejarahnya Hari Air Sedunia dicetuskan kali pertama saat digelar United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) atau Konferensi Bumi oleh PBB di Rio de Janeiro pada tahun 1992. Pada Sidang Umum PBB ke-47 yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 1992, keluarlah Resolusi Nomor 147/1993 yang menetapkan pelaksanaan peringatan Hari Air se-Dunia setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati pertama kali pada tahun 1993.

Tema Hari Air Sedunia dari Tahun ke Tahun selalu berubah. Setiap tahunnya perayaan Hari Air Sedunia selalu mengangkat isu khusus yang diangkat sebagai tema peringatan hari Air Sedunia (World Water Day).Pemilihan dan penetapan tema Hari Air Sedunia oleh PBB ini dengan maksud agar menjadi perhatian bagi warga dunia akan pentingnya air sebagai sumber kehidupan.

Berikut adalah tema peringatan Hari Air Sedunia dari tahun ke tahun ;
·       1994: Caring for Our Water Resources is Everyone’s Business (Peduli akan Sumberdaya Air adalah Urusan Setiap Orang)
·       1995: Water and Woman (Wanita dan Air)
·       1996: Water for Thirsty City (Air untuk Kota-kota yang Kehausan)
·       1997: The World’s Water: is There Enough? (Air Dunia: Cukupkah?)
·       1998: Groundwater – the Invisible Resource (Air Tanah Sumber Daya yang Tak Terlihat)
·       1999: Everyone Lives Downstream (Setiap Orang Tinggal di Bagian Hilir)
·       2000: Water for 21st Century (Air untuk Abad ke-21)
·       2001: Water for Health (Air untuk Kesehatan)
·       2002: Water for Development (Air untuk Pembangunan)
·       2003: Water for Future (Air untuk Masa Depan)
·       2004: Water and Disasters (Air dan Bencana)
·       2005: Water for Life (Air untuk Hidup)
·       2006: Water and Culture (Air untuk Budaya)
·       2007: Coping with Water Scarcity (Mengatasi Kelangkaan Air)
·       2008: Sanitation (Sanitasi)
·       2009: Shared Waters Shared Opportunities (Air Bersama, Peluang Bersama)
·       2010: Clean Water for a Healty World (Air Bersih Untuk Dunia Sehat)
·       2011: Water for Cities, Responding to The Urban Challenge (Air Perkotaan dan Permasalahannya)
 Logo Hari Air Dunia 2012 di Indonesia

Tema Hari Air Dunia di Indonesia ini tampaknya didasari atas rendahnya kualitas air minum di Indonesia. Kondisi ini membutuhkan sebuah konsep penanganan air minum yang tepat sejak mulai dari hulu sampai hilir. Karena itu dalam rangkaian Hari Air Dunia 2012 salah satu kegiatan yang digelar adalah lokakarya “Rencana Pengamanan Air” (Water Safety Plan) yang akan dilaksanakan di Bogor.

Air memang masih menyisakan berbagai masalah yang pelik di Indonesia. Padahal dengan rata-rata curah hujan yang mencapai 2.779 milimeter pertahun, Indonesia seharusnya mampu menjadi negara yang kaya akan air. Sayangnya, 66% dari air hujan tersebut justru berubah menjadi bencana (banjir dan tanah longsor) yang menyengsarakan rakyat. Dan saat kemarau tiba, negara kaya air ini pun kekurangan air. Di kota-kota, berbagai permasalahan air telah menghantui setiap orang. Ketersediaan Air bersih yang semakin mahal dan langka serta pencemaran air menjadi masalah nyata. Sebuah ironi.

Sumber Artikel dan gambar : www.worldwaterday2011.org

Tahun Internasional Energi Terbarukan

2012 adalah Tahun Internasional Energi Terbarukan (International Year of Sustainable Energy for All), demikian ditetapkan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dalam Sidang Umumnya bulan Desember silam. Secara resmi, PBB meluncurkan Program Energi Terbarukan pada 16 januari 2012 silam di ajang World Future Energy Summit di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.Target penetapan tahun 2012 sebagai Tahun Internasional Energi Terbarukan adalah pada 2030, semua orang di dunia sudah menggunakan energi dari sumber-sumber terbarukan.
Logo Tahun Internasional Energi Terbarukan
Tujuan dari penetapan tahun 2012 sebagai Tahun Internasional Energi Terbarukan adalah guna meningkatkan kepedulian masyarakat dunia pada isu kemiskinan energi dan menunjukkan bahwa akses ke energi bersih, aman dan terjangkau bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Konsep energi terbarukan mulai dikenal pada tahun 1970-an, sebagai upaya untuk mengimbangi pengembangan energi berbahan bakar nuklir dan fosil. Definisi energi terbarukan secara sederhana adalah sumber energi yang dapat dengan cepat dipulihkan kembali secara alami, dan prosesnya berkelanjutan. Macam atau sumber energi terbarukan di antaranya adalah tenaga matahari (surya), tenaga angin, energi panas bumi (geothermal), dll.

Tanpa adanya komitmen global untuk menggunakan energi terbarukan (Sustainable Energy), Lembaga Energi Internasional (International Energy Agency) memerkirakan, jumlah masyarakat dunia yang kekurangan listrik hanya akan berkurang dari 1,4 milliar pada saat ini menjadi 1,2 milliar pada 2030. Jumlah penduduk yang menggunakan sumber energi tradisional, seperti kayu, sekam, dedaunan dsb, justru akan naik dari 2,7 milliar saat ini ke 2,8 milliar pada 2030. Selain itu, masalah perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang mendunia semakin menegaskan pentingnya dunia untuk beralih ke energi baru dan terbarukan.

Jika PBB saja mempunyai komitmen yang tinggi pada energi terbarukan dengan menetapkan tahun 2012 sebagai International Year of Sustainable Energy for All (Tahun Internasional Energi Terbarukan) bagimana dengan Indonesia?. Sebuah fakta bahwa hingga saat ini Indonesia belum memanfaatkan secara optimal energi terbarukan yang tersedia dan masih sangat tergantung dengan energi berbahan fosil. Sebanyak 95 persen energi yang digunakan masih berbahan bakar fosil.
Panel Surya solusi energi terbarukan

Pemerintah pun tampaknya belum begitu ‘melirik’ penggunaan energi terbarukan. Buktinya adalah Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam keputusan tentang rencana induk penggunaan energi di Indonesia itu disebutkan bahwa pada 2025 ditargetkan konsumsi energi yang digunakan di Indonesia, 30 % menggunakan gas alam, 33 % menggunakan batu bara, 20 % menggunakan minyak bumi, 5 % menggunakan biofuel (biodiesel dan bioetanol), 5 % panas bumi, 5 % air, dan sisanya sumber energi lainnya.

Dapat kita bayangkan bahwa saat PBB menargetkan pada 2030 dunia harus sudah berganti ke sumber energi terbarukan, maka Indonesia sampai 2025 masih akan menggantungkan 83 persen energinya pada sumber-sumber konvensional.

Energi terbarukan di Indonesia, sebuah ironi. Di satu sisi Indonesia merupakan negara dengan potensi melimpah akan sumber energi terbarukan semisal tenaga matahari (surya), angin, dan panas bumi (geothermal). Sayangnya pemerintah Indonesia belum memanfaatkan secara maksimal sumber energi terbarukan yang melimpah tersebut dan masih bergantung pada energi berbahan fosil. Padahal pemanfaatan energi terbarukan yang maksimal bisa menjadi solusi krisis energi yang terjadi di Indonesia. Energi terbarukan diyakini juga lebih bersih (ramah lingkungan), aman, dan terjangkau masyarakat.

Energi terbarukan merupakan energi yang dihasilkan dari sumberdaya energi yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik. Macam sumber energi terbarukan seperti panas bumi, biofuel, panas surya (matahari), angin, biogas, ombak laut, dan suhu kedalaman laut.

Saat ini, menurut Greenpeace, Pemerintah Indonesia baru memanfaatkan energi terbarukan sekitar lima persen dari total listrik yang digunakan di Indonesia. Selebihnya, masih bergantung pada energi yang bersumber dari minyak, batu bara, dan gas bumi.

Kebijakan pemerintah Indonesia pun masih kurang mendukung pemanfaatan sumber energi terbarukan. Salah satu indikasinya bisa dilihat dari Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam Bab II Pasal 2 Peraturan Pemerintah tersebut, target konsumsi energi yang digunakan di Indonesia pada tahun 2025 meliputi:
·       Minyak bumi kurang dari 20%
·       Gas bumi lebih dari 30%
·       Batubara lebih dari 33%
·       Biofuel lebih dari 5%
·       Panas bumi lebih dari 5%
·     Energi baru dan terbarukan lainnya, khususnya, Biomasa, Nuklir, Tenaga Air Skala Kecil, Tenaga Surya, dan Tenaga Angin lebih dari 5%
·       Bahan bakar lain yang berasal dari pencairan batubara lebih dari 2%

Dari target konsumsi energi yang digunakan di Indonesia pada tahun 2025 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional ini bisa disimak bahwa target pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia pada tahun 2025 hanya sekitar 15 % dan selebihnya masih tergantung pada penggunaan energi berbahan fosil.

Dari target pemanfaatan energi terbarukan yang mencapai 15% pada tahun 2025 itupun masih dibayang-bayangi pesimistis. Salah satunya diungkap langsung oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kardaya Warnika dalam acara diskusi METI di Kantor PLN Pusat, Jakarta (25/1/2012).

Padahal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 16 januari 2012 silam mentargetkat pada 2030, semua orang di dunia sudah menggunakan energi dari sumber-sumber terbarukan. Dan untuk mengkampanyekan hal tersebut PBB menetapkan tahun 2012 sebagai Tahun Internasional Energi Terbarukan.

Mungkin karena itu pula, kampanye PBB tentang Tahun Internasional Energi Terbarukan gaungnya nyaris tak terdengar di Indonesia.

Referensi dan gambar:
  • www.sustainableenergyforall.org
  • id.wikipedia.org/wiki/Energi_terbaharui
  • www.hijauku.com/2012/01/02/2012-adalah-tahun-energi-terbarukan-internasional
  • id.berita.yahoo.com/2012-tahun-internasional-energi-terbarukan.html
  • id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/peta-jalan-energi-kita.html
  • gambar: www.sustainableenergyforall.org/images/content/English_IY.rar
  • alamendah.wordpress.com/2012/01/20/2012-adalah-tahun-internasional-energi-terbarukan
  • nationalgeographic.co.id/lihat/berita/1983/pemanfaatan-energi-terbarukan-di-indonesia-baru-lima-persen
  • Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional
  • economy.okezone.com/read/2012/01/25/19/563059/pemerintah-pesimistis-target-energi-terbarukan-tercapai

Hari Air Sedunia (World Water Day)

Tema hari air dunia Tahun 2012 adalah “Water and Food Security” yang di-Indonesia-kan menjadi Air dan Ketahanan Pangan”


Logo Hari Air Sedunia versi UN Water




Hari Air Sedunia atau World Water Day dan sering pula disebut sebagai World Day for Water merupakan hari perayaan yang ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat sedunia (internasional) akan pentingnya air bagi kehidupan serta untuk melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Peringatan Hari Air Sedunia dilaksanakan setiap tanggal 22 Maret.


Berdasarkan sejarahnya Hari Air Sedunia dicetuskan kali pertama saat digelar United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) atau Konferensi Bumi oleh PBB di Rio de Janeiro pada tahun 1992. Pada Sidang Umum PBB ke-47 yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 1992, keluarlah Resolusi Nomor 147/1993 yang menetapkan pelaksanaan peringatan Hari Air se-Dunia setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati pertama kali pada tahun 1993.

Tema Hari Air Sedunia dari Tahun ke Tahun selalu berubah. Setiap tahunnya perayaan Hari Air Sedunia selalu mengangkat isu khusus yang diangkat sebagai tema peringatan hari Air Sedunia (World Water Day).Pemilihan dan penetapan tema Hari Air Sedunia oleh PBB ini dengan maksud agar menjadi perhatian bagi warga dunia akan pentingnya air sebagai sumber kehidupan.

Berikut adalah tema peringatan Hari Air Sedunia dari tahun ke tahun ;
·       1994: Caring for Our Water Resources is Everyone’s Business (Peduli akan Sumberdaya Air adalah Urusan Setiap Orang)
·       1995: Water and Woman (Wanita dan Air)
·       1996: Water for Thirsty City (Air untuk Kota-kota yang Kehausan)
·       1997: The World’s Water: is There Enough? (Air Dunia: Cukupkah?)
·       1998: Groundwater – the Invisible Resource (Air Tanah Sumber Daya yang Tak Terlihat)
·       1999: Everyone Lives Downstream (Setiap Orang Tinggal di Bagian Hilir)
·       2000: Water for 21st Century (Air untuk Abad ke-21)
·       2001: Water for Health (Air untuk Kesehatan)
·       2002: Water for Development (Air untuk Pembangunan)
·       2003: Water for Future (Air untuk Masa Depan)
·       2004: Water and Disasters (Air dan Bencana)
·       2005: Water for Life (Air untuk Hidup)
·       2006: Water and Culture (Air untuk Budaya)
·       2007: Coping with Water Scarcity (Mengatasi Kelangkaan Air)
·       2008: Sanitation (Sanitasi)
·       2009: Shared Waters Shared Opportunities (Air Bersama, Peluang Bersama)
·       2010: Clean Water for a Healty World (Air Bersih Untuk Dunia Sehat)
·       2011: Water for Cities, Responding to The Urban Challenge (Air Perkotaan dan Permasalahannya)
 Logo Hari Air Dunia 2012 di Indonesia

Tema Hari Air Dunia di Indonesia ini tampaknya didasari atas rendahnya kualitas air minum di Indonesia. Kondisi ini membutuhkan sebuah konsep penanganan air minum yang tepat sejak mulai dari hulu sampai hilir. Karena itu dalam rangkaian Hari Air Dunia 2012 salah satu kegiatan yang digelar adalah lokakarya “Rencana Pengamanan Air” (Water Safety Plan) yang akan dilaksanakan di Bogor.

Air memang masih menyisakan berbagai masalah yang pelik di Indonesia. Padahal dengan rata-rata curah hujan yang mencapai 2.779 milimeter pertahun, Indonesia seharusnya mampu menjadi negara yang kaya akan air. Sayangnya, 66% dari air hujan tersebut justru berubah menjadi bencana (banjir dan tanah longsor) yang menyengsarakan rakyat. Dan saat kemarau tiba, negara kaya air ini pun kekurangan air. Di kota-kota, berbagai permasalahan air telah menghantui setiap orang. Ketersediaan Air bersih yang semakin mahal dan langka serta pencemaran air menjadi masalah nyata. Sebuah ironi.

Sumber Artikel dan gambar : www.worldwaterday2011.org

Tahun Internasional Energi Terbarukan

2012 adalah Tahun Internasional Energi Terbarukan (International Year of Sustainable Energy for All), demikian ditetapkan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dalam Sidang Umumnya bulan Desember silam. Secara resmi, PBB meluncurkan Program Energi Terbarukan pada 16 januari 2012 silam di ajang World Future Energy Summit di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.Target penetapan tahun 2012 sebagai Tahun Internasional Energi Terbarukan adalah pada 2030, semua orang di dunia sudah menggunakan energi dari sumber-sumber terbarukan.
Logo Tahun Internasional Energi Terbarukan
Tujuan dari penetapan tahun 2012 sebagai Tahun Internasional Energi Terbarukan adalah guna meningkatkan kepedulian masyarakat dunia pada isu kemiskinan energi dan menunjukkan bahwa akses ke energi bersih, aman dan terjangkau bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Konsep energi terbarukan mulai dikenal pada tahun 1970-an, sebagai upaya untuk mengimbangi pengembangan energi berbahan bakar nuklir dan fosil. Definisi energi terbarukan secara sederhana adalah sumber energi yang dapat dengan cepat dipulihkan kembali secara alami, dan prosesnya berkelanjutan. Macam atau sumber energi terbarukan di antaranya adalah tenaga matahari (surya), tenaga angin, energi panas bumi (geothermal), dll.

Tanpa adanya komitmen global untuk menggunakan energi terbarukan (Sustainable Energy), Lembaga Energi Internasional (International Energy Agency) memerkirakan, jumlah masyarakat dunia yang kekurangan listrik hanya akan berkurang dari 1,4 milliar pada saat ini menjadi 1,2 milliar pada 2030. Jumlah penduduk yang menggunakan sumber energi tradisional, seperti kayu, sekam, dedaunan dsb, justru akan naik dari 2,7 milliar saat ini ke 2,8 milliar pada 2030. Selain itu, masalah perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang mendunia semakin menegaskan pentingnya dunia untuk beralih ke energi baru dan terbarukan.

Jika PBB saja mempunyai komitmen yang tinggi pada energi terbarukan dengan menetapkan tahun 2012 sebagai International Year of Sustainable Energy for All (Tahun Internasional Energi Terbarukan) bagimana dengan Indonesia?. Sebuah fakta bahwa hingga saat ini Indonesia belum memanfaatkan secara optimal energi terbarukan yang tersedia dan masih sangat tergantung dengan energi berbahan fosil. Sebanyak 95 persen energi yang digunakan masih berbahan bakar fosil.
Panel Surya solusi energi terbarukan

Pemerintah pun tampaknya belum begitu ‘melirik’ penggunaan energi terbarukan. Buktinya adalah Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam keputusan tentang rencana induk penggunaan energi di Indonesia itu disebutkan bahwa pada 2025 ditargetkan konsumsi energi yang digunakan di Indonesia, 30 % menggunakan gas alam, 33 % menggunakan batu bara, 20 % menggunakan minyak bumi, 5 % menggunakan biofuel (biodiesel dan bioetanol), 5 % panas bumi, 5 % air, dan sisanya sumber energi lainnya.

Dapat kita bayangkan bahwa saat PBB menargetkan pada 2030 dunia harus sudah berganti ke sumber energi terbarukan, maka Indonesia sampai 2025 masih akan menggantungkan 83 persen energinya pada sumber-sumber konvensional.

Energi terbarukan di Indonesia, sebuah ironi. Di satu sisi Indonesia merupakan negara dengan potensi melimpah akan sumber energi terbarukan semisal tenaga matahari (surya), angin, dan panas bumi (geothermal). Sayangnya pemerintah Indonesia belum memanfaatkan secara maksimal sumber energi terbarukan yang melimpah tersebut dan masih bergantung pada energi berbahan fosil. Padahal pemanfaatan energi terbarukan yang maksimal bisa menjadi solusi krisis energi yang terjadi di Indonesia. Energi terbarukan diyakini juga lebih bersih (ramah lingkungan), aman, dan terjangkau masyarakat.

Energi terbarukan merupakan energi yang dihasilkan dari sumberdaya energi yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik. Macam sumber energi terbarukan seperti panas bumi, biofuel, panas surya (matahari), angin, biogas, ombak laut, dan suhu kedalaman laut.

Saat ini, menurut Greenpeace, Pemerintah Indonesia baru memanfaatkan energi terbarukan sekitar lima persen dari total listrik yang digunakan di Indonesia. Selebihnya, masih bergantung pada energi yang bersumber dari minyak, batu bara, dan gas bumi.

Kebijakan pemerintah Indonesia pun masih kurang mendukung pemanfaatan sumber energi terbarukan. Salah satu indikasinya bisa dilihat dari Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam Bab II Pasal 2 Peraturan Pemerintah tersebut, target konsumsi energi yang digunakan di Indonesia pada tahun 2025 meliputi:
·       Minyak bumi kurang dari 20%
·       Gas bumi lebih dari 30%
·       Batubara lebih dari 33%
·       Biofuel lebih dari 5%
·       Panas bumi lebih dari 5%
·     Energi baru dan terbarukan lainnya, khususnya, Biomasa, Nuklir, Tenaga Air Skala Kecil, Tenaga Surya, dan Tenaga Angin lebih dari 5%
·       Bahan bakar lain yang berasal dari pencairan batubara lebih dari 2%

Dari target konsumsi energi yang digunakan di Indonesia pada tahun 2025 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional ini bisa disimak bahwa target pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia pada tahun 2025 hanya sekitar 15 % dan selebihnya masih tergantung pada penggunaan energi berbahan fosil.

Dari target pemanfaatan energi terbarukan yang mencapai 15% pada tahun 2025 itupun masih dibayang-bayangi pesimistis. Salah satunya diungkap langsung oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kardaya Warnika dalam acara diskusi METI di Kantor PLN Pusat, Jakarta (25/1/2012).

Padahal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 16 januari 2012 silam mentargetkat pada 2030, semua orang di dunia sudah menggunakan energi dari sumber-sumber terbarukan. Dan untuk mengkampanyekan hal tersebut PBB menetapkan tahun 2012 sebagai Tahun Internasional Energi Terbarukan.

Mungkin karena itu pula, kampanye PBB tentang Tahun Internasional Energi Terbarukan gaungnya nyaris tak terdengar di Indonesia.

Referensi dan gambar:
  • www.sustainableenergyforall.org
  • id.wikipedia.org/wiki/Energi_terbaharui
  • www.hijauku.com/2012/01/02/2012-adalah-tahun-energi-terbarukan-internasional
  • id.berita.yahoo.com/2012-tahun-internasional-energi-terbarukan.html
  • id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/peta-jalan-energi-kita.html
  • gambar: www.sustainableenergyforall.org/images/content/English_IY.rar
  • alamendah.wordpress.com/2012/01/20/2012-adalah-tahun-internasional-energi-terbarukan
  • nationalgeographic.co.id/lihat/berita/1983/pemanfaatan-energi-terbarukan-di-indonesia-baru-lima-persen
  • Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional
  • economy.okezone.com/read/2012/01/25/19/563059/pemerintah-pesimistis-target-energi-terbarukan-tercapai