Selasa, 04 Oktober 2011

Fenomena Alam Akhir Tahun 2011


PADA 2011 mungkin bakal menjadi tahun yang menyenangkan bagi para pengamat langit. Sebagaimana diramalkan bakal terjadi banyak fenomena alam yang terjadi di angkasa. Data dari lembaga penerbangan dan antariksa AS (NASA) memberikan daftar prediksi fenomena alam di angkasa yang akan terjadi sepanjang 2011 sebagai berikut.
4 Januari 2011 Hujan meteor, gerhana matahari dan gerhana planet terjadi sekaligus. Hujan Meteor pertama yang terjadi di 2011 adalah Quadrantid. Hujan meteor ini mencapai puncaknya tahun ini dengan 50 sampai 100 meteor per jam. Bagi yang tinggal di wilayah Eropa, Asia Tengah dan Asia Barat, hujan meteor ini bisa disaksikan dengan baik. Lalu, pada tanggal 4 Januari juga bakal ada gerhana matahari. Bagian terbaik dari gerhana matahari ini adalah hampir 86 persen diameter dari matahari bakal tertutupi. Fenomena ini bakal bisa dilihat di wilayah Oslo, London, Paris dan Madrid.

Yang terakhir pada 4 Januari 2011 adalah sejajarnya posisi planet Jupiter dengan Uranus. Sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1983, selanjutnya akan terjadi antara tahun 2037 dengan 2038.

15 Maret 2011
Posisi planet Merkurius dengan 


Jupiter akan mencapai titik terdekatnya pada tanggal ini.

Sepanjang Mei 2011

Posisi planet Merkurius, Venus, Mars dan Jupiter akan saling berdekatan jaraknya apabila dilihat dari Bumi.

1 Juni 2011
Gerhana matahari sebagian. Wilayah yang bisa melihat fenomena ini adalah di timur laut Asia dan barat laut Rusia.

15 Juni 2011
Gerhana Bulan total. Hampir seluruh wilayah timur Bumi bisa melihat fenomena alam ini.

13 Agustus 2011
Hujan meteor Perseid. Akan tetapi, kejadian hujan meteor Perseid ini mungkin akan tertutupi oleh cahaya bulan.

18 Oktober 2011
Hujan Meteor Draconid. Lokasi terbaik untuk melihat fenomena alam ini adalah di wilayah Asia dan Eropa Timur.

10 November 2011
Akan terjadi konjungsi antara planet mars dengan bintang Regulus dari bintang Leo, apabila dilihat dari Bumi.

25 November 2011
Gerhana matahari sebagian. Hampir 91 persen diameter matahari akan tertutupi.

10 Desember 2011
Gerhana Bulan Total. Wilayah yang bagus untuk melihat fenomena alam ini adalah di wilayah Laut Pasifik, Asia Tengah dan Asia Timur.

13 Desember 2011
Hujan Meteor Geminid. Hujan meteor dengan cahaya meteor yang rendah. Hujan Meteor Geminid kini masuk ke daftar sebagai hujan meteor tahunan terbaik.

Fenomena Alam Akhir Tahun 2011


PADA 2011 mungkin bakal menjadi tahun yang menyenangkan bagi para pengamat langit. Sebagaimana diramalkan bakal terjadi banyak fenomena alam yang terjadi di angkasa. Data dari lembaga penerbangan dan antariksa AS (NASA) memberikan daftar prediksi fenomena alam di angkasa yang akan terjadi sepanjang 2011 sebagai berikut.
4 Januari 2011 Hujan meteor, gerhana matahari dan gerhana planet terjadi sekaligus. Hujan Meteor pertama yang terjadi di 2011 adalah Quadrantid. Hujan meteor ini mencapai puncaknya tahun ini dengan 50 sampai 100 meteor per jam. Bagi yang tinggal di wilayah Eropa, Asia Tengah dan Asia Barat, hujan meteor ini bisa disaksikan dengan baik. Lalu, pada tanggal 4 Januari juga bakal ada gerhana matahari. Bagian terbaik dari gerhana matahari ini adalah hampir 86 persen diameter dari matahari bakal tertutupi. Fenomena ini bakal bisa dilihat di wilayah Oslo, London, Paris dan Madrid.

Yang terakhir pada 4 Januari 2011 adalah sejajarnya posisi planet Jupiter dengan Uranus. Sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1983, selanjutnya akan terjadi antara tahun 2037 dengan 2038.

15 Maret 2011
Posisi planet Merkurius dengan 


Jupiter akan mencapai titik terdekatnya pada tanggal ini.

Sepanjang Mei 2011

Posisi planet Merkurius, Venus, Mars dan Jupiter akan saling berdekatan jaraknya apabila dilihat dari Bumi.

1 Juni 2011
Gerhana matahari sebagian. Wilayah yang bisa melihat fenomena ini adalah di timur laut Asia dan barat laut Rusia.

15 Juni 2011
Gerhana Bulan total. Hampir seluruh wilayah timur Bumi bisa melihat fenomena alam ini.

13 Agustus 2011
Hujan meteor Perseid. Akan tetapi, kejadian hujan meteor Perseid ini mungkin akan tertutupi oleh cahaya bulan.

18 Oktober 2011
Hujan Meteor Draconid. Lokasi terbaik untuk melihat fenomena alam ini adalah di wilayah Asia dan Eropa Timur.

10 November 2011
Akan terjadi konjungsi antara planet mars dengan bintang Regulus dari bintang Leo, apabila dilihat dari Bumi.

25 November 2011
Gerhana matahari sebagian. Hampir 91 persen diameter matahari akan tertutupi.

10 Desember 2011
Gerhana Bulan Total. Wilayah yang bagus untuk melihat fenomena alam ini adalah di wilayah Laut Pasifik, Asia Tengah dan Asia Timur.

13 Desember 2011
Hujan Meteor Geminid. Hujan meteor dengan cahaya meteor yang rendah. Hujan Meteor Geminid kini masuk ke daftar sebagai hujan meteor tahunan terbaik.

Fenomena Alam Akhir Tahun 2011


PADA 2011 mungkin bakal menjadi tahun yang menyenangkan bagi para pengamat langit. Sebagaimana diramalkan bakal terjadi banyak fenomena alam yang terjadi di angkasa. Data dari lembaga penerbangan dan antariksa AS (NASA) memberikan daftar prediksi fenomena alam di angkasa yang akan terjadi sepanjang 2011 sebagai berikut.
4 Januari 2011 Hujan meteor, gerhana matahari dan gerhana planet terjadi sekaligus. Hujan Meteor pertama yang terjadi di 2011 adalah Quadrantid. Hujan meteor ini mencapai puncaknya tahun ini dengan 50 sampai 100 meteor per jam. Bagi yang tinggal di wilayah Eropa, Asia Tengah dan Asia Barat, hujan meteor ini bisa disaksikan dengan baik. Lalu, pada tanggal 4 Januari juga bakal ada gerhana matahari. Bagian terbaik dari gerhana matahari ini adalah hampir 86 persen diameter dari matahari bakal tertutupi. Fenomena ini bakal bisa dilihat di wilayah Oslo, London, Paris dan Madrid.

Yang terakhir pada 4 Januari 2011 adalah sejajarnya posisi planet Jupiter dengan Uranus. Sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1983, selanjutnya akan terjadi antara tahun 2037 dengan 2038.

15 Maret 2011
Posisi planet Merkurius dengan 


Jupiter akan mencapai titik terdekatnya pada tanggal ini.

Sepanjang Mei 2011

Posisi planet Merkurius, Venus, Mars dan Jupiter akan saling berdekatan jaraknya apabila dilihat dari Bumi.

1 Juni 2011
Gerhana matahari sebagian. Wilayah yang bisa melihat fenomena ini adalah di timur laut Asia dan barat laut Rusia.

15 Juni 2011
Gerhana Bulan total. Hampir seluruh wilayah timur Bumi bisa melihat fenomena alam ini.

13 Agustus 2011
Hujan meteor Perseid. Akan tetapi, kejadian hujan meteor Perseid ini mungkin akan tertutupi oleh cahaya bulan.

18 Oktober 2011
Hujan Meteor Draconid. Lokasi terbaik untuk melihat fenomena alam ini adalah di wilayah Asia dan Eropa Timur.

10 November 2011
Akan terjadi konjungsi antara planet mars dengan bintang Regulus dari bintang Leo, apabila dilihat dari Bumi.

25 November 2011
Gerhana matahari sebagian. Hampir 91 persen diameter matahari akan tertutupi.

10 Desember 2011
Gerhana Bulan Total. Wilayah yang bagus untuk melihat fenomena alam ini adalah di wilayah Laut Pasifik, Asia Tengah dan Asia Timur.

13 Desember 2011
Hujan Meteor Geminid. Hujan meteor dengan cahaya meteor yang rendah. Hujan Meteor Geminid kini masuk ke daftar sebagai hujan meteor tahunan terbaik.

Halo Matahari Solo 4 Oktober 2011


Suatu fenomana optis adalah segala aktivitas yang dilihat dari hasil interaksi cahaya dan materi. Lihat juga daftar topik optik dan optik.

Fatamorgana adalah contoh dari fenomana optis. Fenomana umum optik sering disebabkan oleh interaksi dari cahaya matahari atau bulan dengan atmosfer, awan, air, atau debu dan material lainnya. Satu contoh umum yaitu pelangi, ketika cahaya matahari dipantulkan dan dibiaskan oleh tetesan-tetesan air. Beberapa, seperti sinar hijau, sangat jarang terjadi sehingga kadang terpikir seperti cerita dongeng. [1] Lain-lain, seperti fatamorgana, umum terjadi di lokasi tertentu. Fenomana lainnya yang cukup menarik dari aspek optik, atau efek optis. Warna yang dihasilkan oleh sebuah prisma sering ditampilkan di dalam kelas misalnya. Fenomana optis yang timbul karena sifat optis: atmosfer; sisanya dari alam (fenomana lain); obyek, baik alami atau buatan manusia (efek optis); dan mata kita (fenomana Entoptis). Juga tercantum di sini adalah fenomana aneh yang mungkin memiliki penjelasan optis serta "ilusi optis" yang mana penjelasan optiknya sengaja tidak diperhatikan. Ada banyak fenomana yang dihasilkan baik oleh partikel atau sifat gelombang dari cahaya. Beberapa fenomana sangat halus dan hanya dapat ditangkap oleh pengukuran persisi menggunakan instrumen ilmiah. Salah satu pengamatan terkenal adalah pembelokan cahaya bintang oleh matahari selama gerhana matahari. Hal ini menunjukkan bahwa ruang angkasa berbentuk kurva. Lihat Teori relativitas. Pengamatan dari beberapa fenomana seperti efek fotoelektrik, aliran listrik di dalam material atau melalui ruang hampa (seperti pada sel foto) ketika suatu material terkena cahaya, membawa kemajuan ilmu pengetahuan, karena hal ini tidak dapat dijelaskan dengan mudah oleh teori yang ada.

Halo Matahari Solo 4 Oktober 2011


Suatu fenomana optis adalah segala aktivitas yang dilihat dari hasil interaksi cahaya dan materi. Lihat juga daftar topik optik dan optik.

Fatamorgana adalah contoh dari fenomana optis. Fenomana umum optik sering disebabkan oleh interaksi dari cahaya matahari atau bulan dengan atmosfer, awan, air, atau debu dan material lainnya. Satu contoh umum yaitu pelangi, ketika cahaya matahari dipantulkan dan dibiaskan oleh tetesan-tetesan air. Beberapa, seperti sinar hijau, sangat jarang terjadi sehingga kadang terpikir seperti cerita dongeng. [1] Lain-lain, seperti fatamorgana, umum terjadi di lokasi tertentu. Fenomana lainnya yang cukup menarik dari aspek optik, atau efek optis. Warna yang dihasilkan oleh sebuah prisma sering ditampilkan di dalam kelas misalnya. Fenomana optis yang timbul karena sifat optis: atmosfer; sisanya dari alam (fenomana lain); obyek, baik alami atau buatan manusia (efek optis); dan mata kita (fenomana Entoptis). Juga tercantum di sini adalah fenomana aneh yang mungkin memiliki penjelasan optis serta "ilusi optis" yang mana penjelasan optiknya sengaja tidak diperhatikan. Ada banyak fenomana yang dihasilkan baik oleh partikel atau sifat gelombang dari cahaya. Beberapa fenomana sangat halus dan hanya dapat ditangkap oleh pengukuran persisi menggunakan instrumen ilmiah. Salah satu pengamatan terkenal adalah pembelokan cahaya bintang oleh matahari selama gerhana matahari. Hal ini menunjukkan bahwa ruang angkasa berbentuk kurva. Lihat Teori relativitas. Pengamatan dari beberapa fenomana seperti efek fotoelektrik, aliran listrik di dalam material atau melalui ruang hampa (seperti pada sel foto) ketika suatu material terkena cahaya, membawa kemajuan ilmu pengetahuan, karena hal ini tidak dapat dijelaskan dengan mudah oleh teori yang ada.

Halo Matahari Solo 4 Oktober 2011


Suatu fenomana optis adalah segala aktivitas yang dilihat dari hasil interaksi cahaya dan materi. Lihat juga daftar topik optik dan optik.

Fatamorgana adalah contoh dari fenomana optis. Fenomana umum optik sering disebabkan oleh interaksi dari cahaya matahari atau bulan dengan atmosfer, awan, air, atau debu dan material lainnya. Satu contoh umum yaitu pelangi, ketika cahaya matahari dipantulkan dan dibiaskan oleh tetesan-tetesan air. Beberapa, seperti sinar hijau, sangat jarang terjadi sehingga kadang terpikir seperti cerita dongeng. [1] Lain-lain, seperti fatamorgana, umum terjadi di lokasi tertentu. Fenomana lainnya yang cukup menarik dari aspek optik, atau efek optis. Warna yang dihasilkan oleh sebuah prisma sering ditampilkan di dalam kelas misalnya. Fenomana optis yang timbul karena sifat optis: atmosfer; sisanya dari alam (fenomana lain); obyek, baik alami atau buatan manusia (efek optis); dan mata kita (fenomana Entoptis). Juga tercantum di sini adalah fenomana aneh yang mungkin memiliki penjelasan optis serta "ilusi optis" yang mana penjelasan optiknya sengaja tidak diperhatikan. Ada banyak fenomana yang dihasilkan baik oleh partikel atau sifat gelombang dari cahaya. Beberapa fenomana sangat halus dan hanya dapat ditangkap oleh pengukuran persisi menggunakan instrumen ilmiah. Salah satu pengamatan terkenal adalah pembelokan cahaya bintang oleh matahari selama gerhana matahari. Hal ini menunjukkan bahwa ruang angkasa berbentuk kurva. Lihat Teori relativitas. Pengamatan dari beberapa fenomana seperti efek fotoelektrik, aliran listrik di dalam material atau melalui ruang hampa (seperti pada sel foto) ketika suatu material terkena cahaya, membawa kemajuan ilmu pengetahuan, karena hal ini tidak dapat dijelaskan dengan mudah oleh teori yang ada.

Jumat, 16 September 2011

Sumber Daya Alam

BAB I
POTENSI SUMBER DAYA ALAM DAN PERSEBARANNYA


1.PENGERTIAN SUMBER DAYA ALAM Sumber daya alam adalah semua kekayaan berupa benda mati maupun benda hidup yang berapa di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
2.PENGGOLONGAN SUMBER DAYA ALAM
Ada beberapa macam sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dengan berbagai cara. SDA dapat diklasifikasikan menurut beberapa hal. berdasarkan bentuk yang dimanfaatkan, SDA dapat diklasifikasikan sebagai berikut. 
a. SDA Materi, yaitu bila yang dimanfaatkan adalah materi sumber daya alam tersebut. contoh : siderit, limonit dapat dilebur jadi besi/ baja
b. SDA Hayati, ialah SDA yang berbentuk makhluk hidup, yaitu hewan dan tumbuhan. SDA tumbuhan disebut SDA Nabati dan hewan disebut SDA Hewani.
c. SDA Energi, yaitu bila barang yang dimanfaatkan manusia adalah energi yang terkandung dalam SDA tersebut.
d. SDA Ruang, adalah ruang atau tempat yang diperlukan manusia dalam hidupnya.
e. SDA Waktu, sebagai sumber daya alam, waktu tidak berdiri sendiri melainkan terikat dengan pemanfaatan sumber daya alam lainnya.
Berdasarkan Pembentukan
a. SUMBER DAYA ALAM YANG DAPAT DIPERBARUI
Disebut demikian, karena alam mampu mengadakan pembentukan baru dalam waktu relatif cepat, secara reproduksi atau siklus.
1) perbaruan dengan reproduksi. Hal ini terjadi pada sumber daya alam Hayati, karena hewan dan tumbuhan dapat berkembang biak sehingga jumlahnya selalu bertambah.
2) Perbaruan dengan adanya siklus. beberapa SDA ,misalnya air dan udara terjadi dalam proses yang melingkar membentuk siklus.
b. SUMBER DAYA ALAM YANG TIDAK DAPAT DIPERBARUI
SDA ini terdapat dalam jumlah relatif statis karena tidak ada penambahan atau waktu pembentukan yang lama.
Contoh : bahan mineral, batu bara dll. berdasarkan daya pakai dan nilai konsumtifnya, SDA ini dibagi 2, yaitu:
1) SDA YANG TIDAK CEPAT HABIS. Karena nilai konsumtifnya kecil.
2) SDA YANG CEPAT HABIS. karena nilai konsumtif barang tersebut relatif tinggi.
MENURUT CARA TERBENTUKNYA BAHAN GALIAN DIBAGI MENJADI
1. bahan galian magmatik
2. bahan galian pegmatit
3. bahan galian hasil pengendapan
4. bahan galian hasil pengayaan sekunder
5. bahan galian hasil metamorfosis kontak
6. bahan galian termal
BAHAN GALIAN MENURUT KEPENTINGAN BAGI NEGARA
1. GOLONGAN A, golongan bahan galian strategis
2. GOLONGAN B, golongan bahan galian vital
3. GOLONGAN C, bahan galian yang tidak termasuk ke dalam golongan A atau B
BAB II
JENIS-JENIS DAN PERSEBARAN
A. JENIS-JENIS DAN PERSEBARAN SUMBER DAYA ALAM
1. Sumber Daya Alam Hayati.
Sumber daya alam hayati terdiri dari sumber daya alam hewani dan nabati. Sumber daya sedimen tersebar di darat dan laut atau perairan.
a. Sumber Daya Alam Nabati
Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Dianugerahi tanah yang subur sehingga tumbuhan dapat tumbuh dengan sempurna di wilayah Indonesia. Wilayah flora di indonesia meliputi Hutan Tropis, Hutan Musim, Stepa, dan Sabana.
b. Sumber Daya Alam Hewani
Pada umumnya wilayah persebaran fauna di Indonesia dibagi 3 wilayah yaitu, wilayah Indonesia Bagian Barat, Indonesia Bagian Tengah, dan Indonesia Bagian Timur. Ketiganya dibatasi oleh garis Wallace dan garis Weber. Bagian barat lebih cenderung mengikuti ragam hewan Asia, sedangkan bagian timur mengikuti ragam hewan Australia. Ciri-ciri khusus hewan Indonesia terdapat pada wilayah bagian tengah.
2. Persebaran Hasil Tambang
a. Minyak bumi
Minyak bumi berasal dari mikroplankton yang terdapat di danau-danau, teluk-teluk, rawa-rawa dan laut-laut dangkal. Sesudah mati mikroplankton berjatuhan dan mengendap di dasar laut kemudian bercampur dengan sedimen. Akibat tekanan lapisan-lapisan atas dan pengaruh panas magma, dan terjadilah proses destilasi hingga terjadi minyak bumi kasar. Daerah-daerah penghasil minyak bumi di Indonesia adalah sebagai berikut :
• Pulau Jawa : Cepu, Cirebon dan Wonokromo.
• Pulau Sumatera : Palembang dan Jambi.
• Pulau Kalimantan : Pulau Tarakan, Pulau Bunyu dan Kutai.
• Pulau Irian : Sorong.
b. Gas alam
Gas alam merupakan campuran beberapa hidrokarbon dengan kadar karbon kecil yang digunakan sebagai bahan baker. Ada dua macam gas alam cair yang diperdagangkan, yaitu LNG ( liquefied natural gas ) dan LPG ( liquefied petroleum gas). 
c. Batu bara
Batu bara terbentuk dari tumbuhan yang tertimbun hingga berada dalam lapisan batu-batuan sediment yang lain. Proses pembentukan batu bara disebut juga inkolent yang terbagi menjadi dua, yaitu prose biokimia dan proses metamorfosis. Daerah tambang batu bara di Indonesia adalah sebgai berikut :
• Ombilin dekat Sawahlunto ( Sumatera Barat )
• Bukit Asam dekat Tanjung Enin ( Palembang )
• Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan ( Pulau Laut / Sebuku )
• Jambi, Riau, Aceh dan Papua.
d. Tanah liat
Merupakan tanah yang mengandung lempung, banyak terdapat di dataran rendah di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.
e. Kaolin
Terbentuk dari pelapukan batu-batuan granit. Banyak terdapat di daerah sekitar pegunungan di Pulau Sumatera
f. Gamping
Batu kapur terbentuk dari pelapukan sarang binatang karang. Banyak terdapat di Pegunungan Seribu dan Pegunungan Kendeng.
g. Pasir kuarsa
Merupakan pelapukan batu-batuan yang hanyut lalu mengendap di daerah sekitar sungai, pantai dan danau. Banyak terdapat di Banda Aceh, Bangka, Belitung dan Bengkulu.
h. Pasir besi 
Merupakan batuan pasir yang banyak mengandung zat besinya. Terdapat di Pantai Cilacap, Jawa Tengah.
i. Marmer atau batu pualam
Merupakan batu kapur yang telah berubah bentuk dan rupanya. Banyak terdapat di Trenggalek, Jawa Timur, dan daerah Bayat ( Jawa Tengah )
j. Batu akik
Merupakan batuan atau mineral yang cukup keras dan berwarna. Terdapat di daerah pegunungan dan sekitar aliran sungai.
k. Bauksit
Banyak terdapat di Pulau Bintan dan Riau.
l. Timah
Daerah penghasil timah di Indonesia adalah Pulau Bangka, Belitung dan Singkep.
m. Nikel
Terdapat di sekitar Danau Matana, Danau Towuti dan di Kolaka.
n. Tembaga
Terdapat di Tirtomoyo, Wonogiri ( Jawa Tengah ), Muara Simpeng ( Sulawesi ) dan Tembagapura ( Papua ).
o. Emas dan perak
Merupakan logam mulia. Terdapat di Tembagapura, Batu hijau, Tasikmalaya, Simau, Logos, Meulaboh.
p. Belerang
Terdapat di kawasan Gunung Telaga Bodas ( Garut ) dan di kawah gunung berapi, seperti di Dieng ( Jawa Tengah ).
q. Mangan
Terdapat di Kliripan ( Yogyakarta ), Pulau Doi ( Halmahera ) dan Karang nunggal.
r. Fosfat
Terdapat di Cirebon, Gunung Ijen, dan Banyumas.
s. Besi
Besi baja adalah besi yang kandungannya atau campuran karbonnya rendah.
t. Mika
Terdapat di Pulau Peleng, Kepulauan Banggay di Maluku.
u. Tras
Terdapat di Pegunungan Muria ( Jawa Tengah ).
v. Intan
Terdapat di Martapura ( Kalimantan Selatan ).

BAB III
PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN
A. PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
Sumber daya alam perlu dilestarikan supaya dapat mendukung kehidupan makhluk hidup. Bila sumber daya alam rusak atau musnah kehidupan bisa terganggu. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat diusahakan untuk menjaga kelestarian sumber daya alam :
1. Berdasarkan prinsip berwawasan lingkungan dan berkesinambungan
a. penghijauan dan reboisasi 
b. sengkedan 
c. pengembangan daerah aliran sungai 
d. pengelolaan air limbah 
e. penertiban pembuangan sampah
2. Berdasarkan prinsip mengurangi
Dalam mengambil sumber daya alam sebaiknya jangan diambil semuanya, tetapi berprinsip mengurangi saja. Pengambilan yang dihabiskan akan merusak lingkungan dan mengganggu ekosistem lingkungan.
3. berdasarkan prinsip daur ulang
proses daur ulang adalah pengolahan kembali suatu massa atau bahan-bahan bekas dalam bentuk sampah kering yang tidak mempunyai nilai ekonomi menjadi barang yang berguna bagi kehidupan manusia. 
Ada 2 sistem pengelolaan sampah yaitu system pengelolaan formal dan informal 
1. System pengelolaan formal 
Yakni pengumpulan pengangkutan dan pembuangan yang dilakukan oleh aparat setempat misalnya Dinas Kebersihan dan Pertanaman 
2. System pengelolaan informal
Yakni aktifitas yang dilakukan oleh dorongan kebutuhan untuk hidup dari sebagian masyarakat. Secara tidak sadar mereka berperan serta dalam kebersihan kota dan mereka sebenarnya juga merupakan pendekar lingkungan.
B. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN SDA
1. Di bidang pertanian dan perikanan
a. Penggundulan hutan mengakibatkan lahan yang ditinggalkan menjadi kurang subur dan ditumbuhi alang-alang
b. Pemberian pupuk dan penyemprotan hama yang berlebihan akan mengakibatkan timbulnya hama jenis baru yang tebal terhadap zat kimia tersebut
c. Penangkapan ikan yang salah mengakibatkan berkurangnya jenis-jenis ikan tertentu di daerah perairan
2. Di bidang Teknologi dan industri
Penggunaan teknologi yang kurang tepat dan tidak sesuai yang akan menyebabkan sesuatu yang buruk
3. Pencemaran
a. Udara
Hasil limbah industri berupa gas karbon monoksida, karbon dioksida, belerang dioksida, dan lainnya
b. Suara
Pencemaran suara oleh bisingnya suara mobil, pesawat, kereta api, jet udara.
c. Air
Pencemaran sisa-sisa industri secara sembarangan bisa mencemarkan air laut. Busa sabun tidak dapat diserap oleh tanah.
4. Banjir
Sering terjadi saat musim hujan ketika curah hujan tinggi.
Faktor-faktor yang menyebabkan antara lain:
1. Penggundulan hutan
2. membuang sampah sembarangan
3. Tertutupnya tanah perkotaan dengan beton dan aspal
4. rusaknya tanggul sungai
5. Gunung meletus
Penyebab :
1. lava dan lahar panas
2. Lahar dingin
3. debu-debu gunung api
4. sumber air jadi kering
5. gunung meletus dahsyat menyebabkan matinya flora-fauna
6. Gempa Bumi Gerakan kulit bumi sebagai tenaga endogen menyebabkan kerusakan pada jalan raya, permukaan bumi, gelombang tsunami
7. Angin topan
Adalah angin yang berhembus dengan kecepatan yang sangat kuat. Apabila disertai dengan hujan disebut badai, dapat menyebabkan kerusakan antara lain, rumah-rumah, bangunan rumah tembok, jatuhnya helikopter, rusaknya areal hutan, menggulingkan kereta api, dan dapat menimbulkan ombak yang besar
8. Musim kemarau Apabila terik dan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan.
C. HAMBATAN PEMANFAATAN SDA
Dikarenakan Indonesia masih merupakan Negara berkembang, Indonesia masih mengalami berbagai macam hambatan-hambatan dalam proses pengelolaan dan pemanfaatan Sumber Daya Alam. Terutama dalam segi kesiapan Sumber Daya Manusia Indonesia yang masih kurang.
Berikut ini adalah hambatan-hambatan umum yang dihadapi Indonesia dalam pengelolaan dan pemanfaatan Sumber Daya Alam.
1. Kurangnya tenaga ahli dalam bidang Sumber Daya Alam.
2. Mahalnya sarana dan prasarana untuk pengolahan SDA.
3. Kerjasama dengan perusahaan asing yang merugikan.
4. Transportasi ke daerah SDA terbatas mengingat Indonesia merupakan kepulauan.
5. SDM yang belum memenuhi kualifikasi.
D. UPAYA MENGATASI KERUSAKAN SDA
1. Di bidang pertanian dan perikanan
a. Mengurangi penggundulan hutan dan reboisasi
b. Pembuatan sengkedan
c. Penyuluhan kepada masyarakat
d. Mengurangi penyemprotan hama yang berlebihan
e. Melakukan penangkapan ikan dengan benar
2. Di bidang Teknologi
a. Menggunakan teknologi dengan baik dan benar
b. Mendatangkan tenaga ahli dan teknologi asing
c. Pendidikan tingkat Diploma dan Sarjana untuk memenuhi kebutuhan SDM.
d. Bekerja sama dengan Negara lain dalam pengolahan SDA
3. Dalam Pencemaran
a. Membuat saluran pembuangan limbah udara dan air sehingga tidak mengganggu keseimbangan alam
b. Pengurangan penggunaan zat kimia berbahaya
c. Penyuluhan kepada masyarakat
d. Mencegah penggundulan hutan
e. Memperbaiki kerusakan tanggul dan mereboisasi hutan yang gundul
E. UPAYA PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM
Dalam memanfaatkan sumber daya alam, manusia perlu berdasar pada prinsip ekoefisiensi. Artinya tidak merusak ekosistem, pengambilan secara efisien dalam memikirkan kelanjutan SDM. Pembangunan yang berkelanjutan bertujuan pada terwujudnya keberadaan sumber daya alam untuk mendukung kesejahteraan manusia. Maka prioritas utama pengelolaan adalah upaya pelestarian lingkungan 
1. Pemanfaatan SDA Nabati
1.Dimanfaatkan sebagai sumber daya pangan seperti padi, jagung, ubi dan sebagainya
2.Dimanfaatkan sebagai sumber sandang seperti serat haramay
3.Beberapa jenis tanaman dapat dimanfaatkan sebagai minyak atsiri seperti kayu putih, sereh, kenanga, cengkeh
4.Dimanfaatkan sebagai tanaman hias seperti anggrek
5.Dimanfaatkan sebagai bahan baku mebel seperti meranti, rotan, bambu
6.Dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan kencur, jahe, kunyit
7.Dimanfaatkan sebagai keperluan industri 
2. Pemanfaatan SDA Hewani
1.Dimanfaatkan sebagai sumber daya pangan seperti daging sapi, daging kambing
2.Dimanfaatkan sebagai sumber kerajinan tangan seperti lokan, dirangkai menjadi perhiasan
3.Dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai budaya manusia dan nilai kehidupan, seperti bentuk kapal selam diadopsi dari cara ikan menyelam, bentuk pesawat dari bentuk burung
3. Pemanfaatan SDA Barang Tambang
Usaha pemanfaatan pertambangan dan bahan galian dalam pembangunan Indonesia adalah sebagai berikut:
a. Sebagai pemenuh kebutuhan SDA barang tambang dan galian dalam negeri. 
b. Menambah pendapatan negara karena barang tambang dapat diekspor keluar negeri
c. Memperluas lapangan kerja
d. Memajukan bidang transportasi dan komunikasi
e. Memajukan industri dalam negeri
Adapun upaya dalam pembangunan berkelanjutan sebagai berikut:
a. menyatukan presepsi tentang pelestarian atau konservasi biosfer 
b. menggunakan SDA secara efisien dan tidak membahayakan biosfer 
c. melanjutkan dan mengamankan penggunaan SDA 
d. mengembangkan dan menerapkan teknologi maju untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan lingkungan
e. mendukung program ekonomi baru yang memiliki strategi berkelanjutan dalam pengelolaan dan pengembangan lingkungan